
Lima pengusaha muda siap bertarung merebutkan kursi calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalbar periode 2011-2014 di ajang Musda Hipmi Kalbar pada 25-26 Juli mendatang.
Kelima pengusaha yang masuk calon bursa Ketum Hipmi Kalbar untuk sementara ini terdapat satu pengusaha wanita muda, yakni Niswatul Ulya. Sedangkan pengusaha lainnya adalah, Arief Kamatresna, Merza Berliandy, Nedy Achmad, dan Nugroho Henray.
Berbagai terobosan untuk mengembangkan potensi pengusaha muda akan menjadi program prioritas Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalbar 2011-2014, Arief Kamatresna.
Ia berjanji akan meningkatkan kemantapan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan kewirausahaan di kalangan pengusaha muda.
Arief yang sebelumnya sebagai pengurus di BPP Hipmi juga berjanji akan mengoptimalkan BPC-BPC di seluruh Kalbar. Menurutnya, BPC merupakan kekuatan Hipmi, karena BPC-BPC-lah yang ada anggotanya.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sandiaga Uno optimistis, Raja Sapta Oktohari dapat membawa Hipmi ke arah yang lebih baik.
Okto terpilih sebagai Ketua Umum Hipmi periode 2011-2014 melalui proses demokrasi khas Hipmi. Dia unggul dari dua calon ketua Hipmi lainnya yakni Harry Warganegara Harun, dan Raditya Priamanaya Djan. Sementara, satu kandidat lainnya, Erik Hidayat, mundur jelang Sidang Pleno IV.
"Okto merupakan embrio pemimpin nasional. Saya salut dan yakin Hipmi lebih baik di masa depan," kata Sandi melalui pesan singkatnya kepada okezone, Kamis (20/10/2011).






![]() | Today | 6 |
![]() | Yesterday | 19 |
![]() | This week | 25 |
![]() | Last week | 144 |
![]() | This month | 419 |
![]() | Last month | 809 |
![]() | All days | 3093 |
HIPMI memiliki motto Pengusaha Pejuang-Pejuang Pengusaha yang bermakna bahwa kader- kader HIPMI tidak saja diharapkan menjadi pengusaha nasional yang tangguh tetapi juga menjadi pengusaha yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat.
HIPMI adalah organisasi independen non partisan. HIPMI bukan merupakan underbouw dari organisasi manapun.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) didirikan pada tanggal 10 Juni 1972. Pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita - cita menjadi pengusaha. Para pendiri yang rata - rata merupakan pengusaha pemula yang terdiri dari Drs. Abdul Latief, Ir. Siswono Yudo Husodo, Teu ku Sj ahrul, Datuk Hakim Thantawi, Badar Tando, Irawan Djajaatmadja, SH , Hari Sjamsudin Mangaan, Pontjo Sutowo, dan Ir. Mahdi Diah. Pada saat itu anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI / POLRI dan sebagainya. Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi di tahun 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh - tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, dit untut adanya perubahan visi, dan misi organisasi. HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru yakni menjadikan Usaha Kecil - Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional.